Selasa, 16 April 2013

MENUNGGU II




Aku duduk bersandar pada pohon bernama hati, ia mengajakku bermain rasa: kali ini tidak kumengerti, tangis sedunya tak memecah sunyi.

Jika perjumpaan adalah perjanjian, aku harap waktuku masih panjang, meski matahari amat terik menyengat, takkan aku beranjak.

Entah cinta apakah pernah kita sepakati, sehingga aku ingin mempertahankan kejoranya bintang di ufuk, yang seolah lekat-lekat ia memandang mataku.

Langit yang keperakan itu berubah jingga perlahan, sepertinya mengerti, aku sedang menunggu penjaga malam datang.

BNA Wanadadi 03/11/2012
Ilustrasi: Moon Light

Tidak ada komentar:

Posting Komentar