Rabu, 03 April 2013

OH


oleh Erlin Erlina Soraya (Catatan) pada 27 November 2012 pukul 15:09 

Kubilang, saat terbang adalah impian ketika bayang keindahan singgah di benak kita. Menghirup irama birunya laut, menari mengikuti gelobangnya, bernyanyi bersama riuh camar di permukaanya.

Aku masih merasa adalah tubuh, ketika kumampu melambaikan tanganku, berjalan menggerakkan kakiku, menghela nafasku. Sejak awal masa itu, harapan tak lagi kuanggap sisa, namun sungguh itu ada. Aku terengkuh sejuknya kasih, tak lagi kurasakan air berdesakan di mataku, atau di sergap sunyi ketika malamku.

Tak pernah kulupa, angin yang mulai suka berbisik padaku, di sudut jendela ketika itu. Juga ciuman bulan di selanya. Senyumnya yang terlalu lembut mengetuk hatiku, memudarkan kenangan kenangan yang seharusnya telah lama tenggelam. Hingga kutak lagi takut keluar dari siang.

Begitu bening di penglihatanku mata itu, dadaku berdenyut ketika langkahnya menuju jendelaku.
: Aku jadi geli ketika menyadari, aku seperti anak kecil yang jengkel pada ibunya saja, lebih suka sembunyi di balik jendela terbuka.

BNA Wanadadi 28/11/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar