Selasa, 02 April 2013

SETELAH DUA GELINCIR MATAHAHARI


Aku ingin melukismu
Sehingga abadi terbingkai di dinding hati
Tapi, tidak kutemukan yang serupamu
Entah kemana pergimu...

Kini kau serupa memar
Dan luka yang menyakitkan
Aku sebut ini sudut kesepian

Kudengar ada kepak sayap kupu-kupu kecil
Sedang mengintipku
Ia tahu sepinya hatiku

Sejak dua gelincir matahari
Cerita tentang kelembutan yang menjelma cinta
Sudah tidak kudengar lagi

Apa telah kau baca senandung puisiku?
Ia seperti kidung kesunyian
Keheningan, dan lelah

Dan kehilangan seusai rindu itu
Sudah kusembunyikan di balik lafaz doa
Kuadukan pada-Nya

BNA Wanadadi 15032013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar