Senja tak membuatmu berhenti
menyemai kembang di tamanku
melihat wajahku
yang samar di antara kabut
: tak bisakah menunggu hingga pagi nanti
Kau usap wajahku dengan sungging yang mengelam
mengabarkan padaku tentang rindu
dan tentang masa asa yang kian menjauh
Menarimu menyamai gelombang ketika lekat mataku memandangimu
kumerasa waktu sudah tak lagi panjang untuk sebuah pilihan
ketika batin tertekan di persimpangan
aku bahkan tak lagi ingin mempertahankan bintang
Mestinya perang kumenangkan
sebelum genderang itu di tabuhkan
sebelum rasa membakar
sehingga tak harus kusiapkan pemakaman
BNA Wanadadi 28/11/2012
melihat wajahku
yang samar di antara kabut
: tak bisakah menunggu hingga pagi nanti
Kau usap wajahku dengan sungging yang mengelam
mengabarkan padaku tentang rindu
dan tentang masa asa yang kian menjauh
Menarimu menyamai gelombang ketika lekat mataku memandangimu
kumerasa waktu sudah tak lagi panjang untuk sebuah pilihan
ketika batin tertekan di persimpangan
aku bahkan tak lagi ingin mempertahankan bintang
Mestinya perang kumenangkan
sebelum genderang itu di tabuhkan
sebelum rasa membakar
sehingga tak harus kusiapkan pemakaman
BNA Wanadadi 28/11/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar