Selasa, 02 April 2013

PERSIMPANGAN

  

Senja tak membuatmu berhenti
menyemai kembang di tamanku
melihat wajahku
yang samar di antara kabut
: tak bisakah menunggu hingga pagi nanti

Kau usap wajahku dengan sungging yang mengelam
mengabarkan padaku tentang rindu
dan tentang masa asa yang kian menjauh

Menarimu menyamai gelombang ketika lekat mataku memandangimu
kumerasa waktu sudah tak lagi panjang untuk sebuah pilihan
ketika batin tertekan di persimpangan
aku bahkan tak lagi  ingin mempertahankan bintang

Mestinya perang kumenangkan
sebelum genderang itu di tabuhkan
sebelum rasa membakar
sehingga tak harus kusiapkan pemakaman


BNA Wanadadi 28/11/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar