Rabu, 10 April 2013

PESAN ANGIN KECIL





Sampai lupa menghitungnya, berapa kupu-kupu yang menyentuh jemariku. Kupu-kupu, kau tak sekalipun gamang apalagi letih, tak juga jatuh. Kepak sayap kecilmu selalu indah, sering khayalku untuk menjadimu.

Hatiku tak pernah kecil apalagi sempit ketika melihatmu. Gemulai mawar di liukan angin mebuatmu semakin indah di kelopaknya. Tak bisa kuurai bahagia hingga sekian jangka lewat, seperti awan berjalan.

Adalah aku, menunggu angin datang di taman, tempat kupu-kupu singgah pada mawar, tempat melukis asa, melipat yang telah sudah. Melambungkan ribuan angan, dengan angin kecil yang meniup. Padanya kutitipkan pesan cinta yang tak hanya puisi, namun cinta yang ada didalamku.

Padamu duhai kupu-kupu aku ingin bercerita.Tak seindah hari ini, ketika serupa merah mawar menyapa seketika. Mengajakku melewati kegalauan, dengan bermain bersama degup jantung yang masih selalu setia. Menyapa rasa, menyibak tirai kelam tanpa nama.



BNA Wanadadi 30102013
Ilustrasi: Resim & Fotograf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar