Selasa, 02 April 2013

Serangkum Sajak: HARAPAN

AKU AKAN

mengingat setiap lupa

berjalan tanpa alas
memegang tanpa menyentuh
bernyanyi tanpa bersuara
melihat dengan terpejam mata

29/07

2)
SELAGI NAFAS

masih terhela
akan kuingat senyum tersisa
sejak sekian masa asa
apa kau dengar bisik dalam jiwa
tentang kisah yang terbingkai sekian lama

ketika mimpi memanggil
aku harap segera usai
gigil rinai hujan lelah mencoba

aku terheran ketika kutemui sebuah cermin
kenapa tak terpantul sama
apakah aku mesti terus takjub
pada cermin yang hilang bening?

29/07

3)
MENTARI ITU

berteman dengan lautan sepi
gelombangnya melipat rindu

03/08

4)
IYA

ketika ku merasakan ini
semkin kucinta kucinta
tiap hela nafas yang kuhirup
Engkau memberiku cukup kesadaran...

Andai bisa kugenggam udara
mungkin nafas tak akan berat terhela
hari ini kuingat pada suatu masa
aku pernah begitu leluasa

04/08

5)
DERITA

itu bukan apa-apa
ia hanya bagian dari nikmat luar biasa
panas terik
gigilnya dingin
pun air mata rindu

kusemai dzikir di taman-Mu
kulantun do'a di simpuh sujud kelam malam-Mu
kutumpah rindu ketika kusebut asma-Mu

Kau hias hamparan sajadahku
dengan putihnya melati
hingga tak menyisa kala malam

kekasih
kucinta Kau
di tiap hela nafas
kucinta Kau tiap denyut nadi jantung berdetak
kucinta Kau tiap gerak tubuh sentuh indra

Engkau tahu sungguh ku tergesa
rengkuh raihlah aku segera
kan kudekap harum mahabah
terbangkan aku ke langit-Mu
biar ku leluasa
menghela nafas lega

05/08

6)
SEUTAS JIWA

biar kujaga
tak kan hilang asa

biar malam tak ramah
pagi masih tersenyum rekah

biar terik siang menampar
sore menjelang jingga berbinar

06/08


BANJARNEGARA 07/08/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar