/1/
kudengar kau memanggilku
di balik belukar suaramu nyaring
tapi pandanganku hanya sebatas kabut
kupanjangkan pandanganku
hanya bertambah sebatas embun
aku berhenti
tak kudengar lagi
/2/
masih kusimpan puisi pekan lalu
ketika kudengar keluh di balik pesta poranya sunyi
mengalir tetes bening menjejak di pipi
torehan hati masih tinggal bersama malam
menguncup di ujung kelam
terikat pada kisah silam
/3/
malam jadi pemalu
ketika bulan menyambutnya dengan senyum
: aku senang kau datang
karena kau... matahari menyapaku
kesenyapan malam telah meleburkan sisa lelah
kesejukan kabut yang berlahan turun merasuk menyejukkan pori-pori
dalam diam kuperhatikan kelopak melati
: masih seperti pagi tadi
semakin dimengerti
: pada saat malamlah kedamaian itu datang
ketika senyap menyelimut kelam
ketika bulan menitip pesan
BNA Wanadadi 30/10/2012
kudengar kau memanggilku
di balik belukar suaramu nyaring
tapi pandanganku hanya sebatas kabut
kupanjangkan pandanganku
hanya bertambah sebatas embun
aku berhenti
tak kudengar lagi
/2/
masih kusimpan puisi pekan lalu
ketika kudengar keluh di balik pesta poranya sunyi
mengalir tetes bening menjejak di pipi
torehan hati masih tinggal bersama malam
menguncup di ujung kelam
terikat pada kisah silam
/3/
malam jadi pemalu
ketika bulan menyambutnya dengan senyum
: aku senang kau datang
karena kau... matahari menyapaku
kesenyapan malam telah meleburkan sisa lelah
kesejukan kabut yang berlahan turun merasuk menyejukkan pori-pori
dalam diam kuperhatikan kelopak melati
: masih seperti pagi tadi
semakin dimengerti
: pada saat malamlah kedamaian itu datang
ketika senyap menyelimut kelam
ketika bulan menitip pesan
BNA Wanadadi 30/10/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar