Selasa, 09 April 2013

Serangkum Sajak Ringkas "SEKETIKA DI JOGJA"



TUBUH KECIL

itu tersentuh cahaya terik
siang saat pekat asap knalpot
setumpuk koran dalam dekapan dua tangan kecil
kulit kian menghitam terpanggang
terkejar kebutuhan perut
dia lambaikan tawarkan koran
tak perduli meski di abaikan biarkan
dan dia tak butuh ucapan
namun sungguh perhatian
apakah telah cukup pendidikan?

DULU
kau lautku
sekarang besok pun
kusampai ke pantaimu
menari bersama camar
seirama riak ombak
merasakan putih butir pasir
belai lembut anginmu

di tiap jangka ingin kubersamamu
kupigura seluruhmu
apakah aku, kaubisa hingga usai?
biarlah meski entah

LANGIT
masih berkaca pada laut
ketika biru putih baris cantik membius
hingga hati bercahaya
seperti bias mentari berjuta warna

bagaimana camar bisa diam

DUHAI
kau bayang di cermin
apa yang akan kaulakukan setelah ini
melihatmu cerah sumringah
kuharap tak polah

KETIKA MALAM
kucatat malam terakhir
adalah awal perjalanan
bukan menagih tapi menepati janji
adalah indah jadi terasa dalam
ketika kelopak mulai enggan berkedip

ketika mayapada menyapa
terbersit beribu tanya


YKT, 24/07/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar