Hari ini aku bertemu dengannya, yang meminta maaf karena telah sekian masa tak menyapaku. Aku hanya mengulurkan tangan dan menganggukan kepala. Sangat memakluminya. "Aku hanya ingin menghirup udara segar." Itu yang kukatakan padanya.
Aku kembali ke tempatku berdiri, tempatku bersandar tadi. "Disini aku lebih nyaman." Aku meyakinkan diri sendiri. Banyak yang kulihat kudengar di sini... Semacam kilatan disusul dengan suara menggelegar. Lalu derakan, disusul dengan pohon yang tumbang. Persis di hadapanku.
Udara semakin menusuk tulang, namun berada di sini, aku betah. Meski ada sedikit kabut yang turun dan menyelimuti. Tidak apa, seiring dengan waktu, pasti akan berlalu.
"Aku harus bisa mengatasi perasaanku." Ada yang berputar-putar di kepala. Apa ini yang dulu kunamai sakit, bahkan aku telah lupa. Mungkin sebab sudah terlalu letih, mengumpulkan ingatan apa yang pernah kaukatakan. Entahlah... Kenapa hal itu jadi seperti begitu penting?
Aku berpikir keras, agar lelah tak sampai singgah. Terus kubangkitkan ingatanku, kupilah-pilah, yang nyaris mati kuhidupkan kembali. Aku harap, akan tiba suatu hari, atau bahkan berbulan atau tahun-tahun kemudian, setelah kau benar-benar pergi, aku akan rasakan kembali kehangatan permadani-Nya yang abadi.
BNA Wanadadi 03042013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar