AKU DAN KAU SEKARANG
oleh Erlin Erlina Soraya
aku hanya senang mendengar
ketika nyanyi pagimu mengusikku...
meski bisikmu hanya pada angin
meski hanya desir
aku beranjak dari senyap
demi guratnya rindu
yang sejak semalam tersekap
taukah kau, ketika yang selaksa itu
porandakan siurku?
separuh jiwaku terbawa pergi
bersama bayangmu
hingga kulupa ketika hari kau dan aku
padahal ia telah tertulis di bulan merah
di beranda depan, tempat aku dan kau berbagi cerita
di sana masih ada wangi melati yang kita suka
seperti dulu ketika jingga memanggil
kau ingat?
aku dan kau, pergi ke bukit kecil
beriring jalan menepis dingin
kita seperti kaki-kaki burung kecil sekarang
yang lebih suka menyimpan sayapnya di balik punggung
BNA wnd 01052013
Ilustrasi: Aquaticforum
oleh Erlin Erlina Soraya
aku hanya senang mendengar
ketika nyanyi pagimu mengusikku...
meski bisikmu hanya pada angin
meski hanya desir
aku beranjak dari senyap
demi guratnya rindu
yang sejak semalam tersekap
taukah kau, ketika yang selaksa itu
porandakan siurku?
separuh jiwaku terbawa pergi
bersama bayangmu
hingga kulupa ketika hari kau dan aku
padahal ia telah tertulis di bulan merah
di beranda depan, tempat aku dan kau berbagi cerita
di sana masih ada wangi melati yang kita suka
seperti dulu ketika jingga memanggil
kau ingat?
aku dan kau, pergi ke bukit kecil
beriring jalan menepis dingin
kita seperti kaki-kaki burung kecil sekarang
yang lebih suka menyimpan sayapnya di balik punggung
BNA wnd 01052013
Ilustrasi: Aquaticforum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar