RINDU YANG KEMARIN
oleh Erlin Erlina Soraya
Sebentar lagi, biasanya sudah kusiapkan kipas, untuk menyejukkanmu agar
tak terbangun karena panas yang tak kau suka. Mengelus keningmu dengan
jari-jariku ketika kau bergerak hampir membuka matamu. Aku terus jaga agar lelapmu sampai subuh menjelang. "Sayang, aku tak pernah bosan."
Aku menjagamu seperti prajurit malam...sepanjang kelamnya yang masih
merebah, hingga pagi yang Dia janjikan menjemput. Lalu kudengar cerita
mimpi-mimpimu semalam. Atau sama sekali tak ada cerita, sebab terlalu
indah hingga kau bilang: Tak terkatakan indahnya.
Kapan kau
tidak membuatku tersenyum? Sama sekali tidak pernah, bahkan sampai
kaubuat kamarku seperti kapal pecah. Aku lebih menyukainya dari pada
semua ada pada tempatnya namun tak kurasakan dekap, peluk ciummu.
Cepatlah pulang, aku rindu kau bisikkan: Aku sayang, bunda...
BNA Wanadadi 21052013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar