oleh Erlin Erlina Soraya (Catatan) pada 26 Mei 2013 pukul 4:32
/1/ TENTANGMU
Di luar sana masih hujan
sepi yang kurasakan entah apakah sama
seperti juga ceritamu kemarin?
aku ingin membuka jendela kamar
kumelihat tetesnya
apakah juga sama, yang setiap tetes adalah rindu?
: kelebat pikiranku mengingat tentangmu
/2/ TAK SEPERTI KAU
Aku tak pernah lihat
senyum selebar seperti saat kau melihat laut
sangat menyenangkan
sehingga ciricit camar pun mengalahkan ceriamu
laut tak berharap kau menyukainya
dia hanya senang kau melihat keindahannya
Bahkan riak gelombang
tak mampu melebihi riuh bahagia di dadamu...
/3/ GEBUNYA RINDU
Bahagia melihat senyum yang dulu...
kau, masih seperti yang aku tahu
setelah semua yang terjadi
harapan yang sebelumnya tenggelam
seperti batu yang kecemplung di kedalaman lubuk, sudah kembali
Terima kasih untuk cinta
untuk sayang selama ini
telah sekian masa kulari dari keluh
karena gebunya rindu
: apa yang sedang kautunggu?
/4/ SETIA
Bilakah kau datang?
sudah sekian masa
adamu sirna
dan kau, bagian dari kekosonganku
Ada yang menekan batin demikian dalam
kau dan aku, yang ingin bertahan
mengabadikan cahaya bintang
hingga sampai di ujung persuaan
Apa kau tak pernah lagi dengar cerita?
aku yang masih selalu setia
/5/ KAU JUGA RINDU
Aku hanya sedang hela napas
sebentar menghilangkan lelah
bukan aku sudah berhenti...
tapi lelah itu hanya singgah
Ketika kumulai melukis rindu
melukis sayang
ingin kumuarakan keduanya
di tempat yang paling nyaman
: ada banyak yang kuingat
Tiba-tiba saja helai demi helai rindu hadir
di tiap gores yang kusapukan dengan koasku...
kau, kembali
mendampingiku dengan senyum
yang entah
atau seperti pesona yang biasa kunikmati
juga lekatnya tatapanmu
aku tahu, kau...
BNA Wanadadi 26052013
Di luar sana masih hujan
sepi yang kurasakan entah apakah sama
seperti juga ceritamu kemarin?
aku ingin membuka jendela kamar
kumelihat tetesnya
apakah juga sama, yang setiap tetes adalah rindu?
: kelebat pikiranku mengingat tentangmu
/2/ TAK SEPERTI KAU
Aku tak pernah lihat
senyum selebar seperti saat kau melihat laut
sangat menyenangkan
sehingga ciricit camar pun mengalahkan ceriamu
laut tak berharap kau menyukainya
dia hanya senang kau melihat keindahannya
Bahkan riak gelombang
tak mampu melebihi riuh bahagia di dadamu...
/3/ GEBUNYA RINDU
Bahagia melihat senyum yang dulu...
kau, masih seperti yang aku tahu
setelah semua yang terjadi
harapan yang sebelumnya tenggelam
seperti batu yang kecemplung di kedalaman lubuk, sudah kembali
Terima kasih untuk cinta
untuk sayang selama ini
telah sekian masa kulari dari keluh
karena gebunya rindu
: apa yang sedang kautunggu?
/4/ SETIA
Bilakah kau datang?
sudah sekian masa
adamu sirna
dan kau, bagian dari kekosonganku
Ada yang menekan batin demikian dalam
kau dan aku, yang ingin bertahan
mengabadikan cahaya bintang
hingga sampai di ujung persuaan
Apa kau tak pernah lagi dengar cerita?
aku yang masih selalu setia
/5/ KAU JUGA RINDU
Aku hanya sedang hela napas
sebentar menghilangkan lelah
bukan aku sudah berhenti...
tapi lelah itu hanya singgah
Ketika kumulai melukis rindu
melukis sayang
ingin kumuarakan keduanya
di tempat yang paling nyaman
: ada banyak yang kuingat
Tiba-tiba saja helai demi helai rindu hadir
di tiap gores yang kusapukan dengan koasku...
kau, kembali
mendampingiku dengan senyum
yang entah
atau seperti pesona yang biasa kunikmati
juga lekatnya tatapanmu
aku tahu, kau...
BNA Wanadadi 26052013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar