SEMANGKUK RASA
oleh Erlin Erlina Soraya
1/
tongkatku nyaris patah
sebab lubang kecil itu
hampir kuhentikan langkah
sejenak
hatiku terbungkus pilu
bukan sebab sembilu
: jiwaku menertawaiku
malu
2/
rintih itu sepanjang malam
gelisah mengingat kelak
bungkuk punggung serupa busur panah
kemudian punah
tapi, ini belum sampai titik akhir
siapa yang tahu sedetik kemudian
3/
pilih aku
untuk-Mu
cukup terhibur
dengan-Mu
halangi pandanganku
dari makhluk-Mu
cukup dengan kebajikan
dari segala kelembutan-Mu
4/
ijinkanku
menekuninya
hingga kutemu hamparan rindu
di taman yang tersemai bunga-bunga
istana-istana megah
yang Kaubangunkan
dengan halaman kebahagiaan
berpeluk keindahan
: biarkan kusebut, sebutan yang Kau cinta, hingga Kau henti nafas yang kuhela
BNA Wanadadi 27062012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar