KAU YANG KUSEBUT PUTIH
oleh Erlin Erlina Soraya
Aku mengagumimu dengan tersembunyi, ketika cerita kumulai denganmu... Getar iri merasuk, hingga membuatku jadi begitu khusyuk denganmu. Sederhana, hanya sebentuk keikhlasan, yang mungkin untuk sebagian orang berat untuk bisa menerima. Termasuk aku.
Telah puluhan tahun, dari kabur, kemudia samar, lalu gelap. hingga tak seberkas pun yang bisa kaulihat... Kau, entah yang kaurasakan, nyeri itu bahkan aku yang merasakannya. Harus kusebut makhluk apa kau ini, yang dalam gelap pun tak sedikit pun kudengar keluh.
Aku membacamu sebagai putih, yang tak akan menjadi merah, apalagi sampai menjelma maron. Semenjak siang yang kunamai hari gelap, aku melihatmu semakin putih... Ketika kaubisikkan padaku, "Dia hanya sedang menyayangiku dengan membuatku tidak banyak melihat kenistaan, kejahatan, yang sangat aku takutkan."
BNA Wanadadi, 19072013
Ilustrasi: Karya lukisan 2013 erlinerlina soraya
oleh Erlin Erlina Soraya
Aku mengagumimu dengan tersembunyi, ketika cerita kumulai denganmu... Getar iri merasuk, hingga membuatku jadi begitu khusyuk denganmu. Sederhana, hanya sebentuk keikhlasan, yang mungkin untuk sebagian orang berat untuk bisa menerima. Termasuk aku.
Telah puluhan tahun, dari kabur, kemudia samar, lalu gelap. hingga tak seberkas pun yang bisa kaulihat... Kau, entah yang kaurasakan, nyeri itu bahkan aku yang merasakannya. Harus kusebut makhluk apa kau ini, yang dalam gelap pun tak sedikit pun kudengar keluh.
Aku membacamu sebagai putih, yang tak akan menjadi merah, apalagi sampai menjelma maron. Semenjak siang yang kunamai hari gelap, aku melihatmu semakin putih... Ketika kaubisikkan padaku, "Dia hanya sedang menyayangiku dengan membuatku tidak banyak melihat kenistaan, kejahatan, yang sangat aku takutkan."
BNA Wanadadi, 19072013
Ilustrasi: Karya lukisan 2013 erlinerlina soraya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar