BIARKAN AKU II
oleh Erlin Erlina Soraya
Aku bukan sedang menunggu malam di sini, hingga sayap keciku patah, aku tidak mau, meski sudah kausiapkan sayap buatan untukku.
Ijinkan aku untuk bisa...tetap menjadi aku, sehingga tak harus terkejut
ketika merasakan kepak sayapku sudah tak sehalus yang dulu. Tak harus
takut ketika dulu yang seputih melati berubah menjadi merah, semakin
merah...
Dan aku tetap akan menjadi aku. Kau lihat, aku masih
punya sayap untuk terbang, meski tak seindah sayapmu, namun aku masih
bisa terbang menyapa bulan.
Kau pun lihat aku, masih bisa
tersenyum membayangkan kau, yang dulu bersayap besar mencintaiku,
sehingga aku serupa merah hati, yang terbang dengan sayap kecilku.
Masih tersimpan dengan rapi, terbingkai di dinding hati, letup yang tak terlukiskan. Entah kau merasakannya juga...
BNA Wanadadi, 20072013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar