Senin, 29 Juli 2013

AKU INGIN TINGGAL

AKU INGIN TINGGAL
oleh admin Erlin Erlina Soraya

Tiba-tiba saja anganku menembus kemasa ketika sedang begitu bahagia, bukan sebab pertemuan tapi adalah perjalanan yang terlalu manis jika terlupa begitu saja. Bukan juga sebab jatuh cinta, tapi mungkin lebih dari pada itu, biarlah orang berkerut kening, tak percaya. Tapi aku suka sekali mengingatnya.

Mandaki menuruni bukit, lalu terbang menuju nirwana... Menembus langit, menyapa bulan bercanda dengan kerlip bintang. Menyampaikan pesan pada mendung biar tetes hujan membawanya, " Aku suka melihat wajah yang rona sungguh begitu pesona, takkan lepas, takkan kulepas. Sampaikan pada bumi..."

Malam yang sebelumnya telah melelahkan mata, menjelma indah, sehingga kuenggan memejamkannya. Terpesonanya aku pada malam adalah hadiah tanda tak terhingga. Dan meski aku tak lagi bisa menyentuhmu, melihatmu yang cahaya sudah cukup membahagiakanku... Aku rindu senyummu yang biasa, rindu sapamu yang tak pernah hilang kata sayang.

"Kau pasti lebih bahagia dari pada aku, sekarang atau kelak setelah kau seperti juga aku. Leluasa menyapa bulan, bercanda dengan kerlip bintang." Iya, kau tahu aku sangat menyukai bisik itu, meski berulang kudengar, aku tak bosan. Sehingga setiap malam menjelang aku menunggu kau datang.

Kau tak hanya mengajakku terbang mengitari angkasa, namun kauajak aku ke sebuah tempat serupa istana, yang halamannya terhampar taman bunga, luasnya hingga tak terbatas mata. Ini terlalu indah, aku ingin tinggal. Seperti juga kau. Teduh matamu memandangku, adalah tanda, kau cukup bahagia.

"Kembalilah segera, sekarang belum waktunya..." Bisik ini yang tidak aku suka.

BNA Wanadadi 22072013
Editor: ElNya
Follow us on Twitter @duniaaksara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar