AKU INGIN TINGGAL
oleh admin Erlin Erlina Soraya
Tiba-tiba saja anganku menembus kemasa ketika sedang begitu bahagia,
bukan sebab pertemuan tapi adalah perjalanan yang terlalu manis jika
terlupa begitu saja. Bukan juga sebab jatuh cinta, tapi mungkin lebih dari pada itu, biarlah orang berkerut kening, tak percaya. Tapi aku suka sekali mengingatnya.
Mandaki menuruni bukit, lalu terbang menuju nirwana... Menembus langit,
menyapa bulan bercanda dengan kerlip bintang. Menyampaikan pesan pada
mendung biar tetes hujan membawanya, " Aku suka melihat wajah yang rona
sungguh begitu pesona, takkan lepas, takkan kulepas. Sampaikan pada
bumi..."
Malam yang sebelumnya telah melelahkan mata, menjelma
indah, sehingga kuenggan memejamkannya. Terpesonanya aku pada malam
adalah hadiah tanda tak terhingga. Dan meski aku tak lagi bisa
menyentuhmu, melihatmu yang cahaya sudah cukup membahagiakanku... Aku
rindu senyummu yang biasa, rindu sapamu yang tak pernah hilang kata
sayang.
"Kau pasti lebih bahagia dari pada aku, sekarang atau
kelak setelah kau seperti juga aku. Leluasa menyapa bulan, bercanda
dengan kerlip bintang." Iya, kau tahu aku sangat menyukai bisik itu,
meski berulang kudengar, aku tak bosan. Sehingga setiap malam menjelang
aku menunggu kau datang.
Kau tak hanya mengajakku terbang
mengitari angkasa, namun kauajak aku ke sebuah tempat serupa istana,
yang halamannya terhampar taman bunga, luasnya hingga tak terbatas mata.
Ini terlalu indah, aku ingin tinggal. Seperti juga kau. Teduh matamu
memandangku, adalah tanda, kau cukup bahagia.
"Kembalilah segera, sekarang belum waktunya..." Bisik ini yang tidak aku suka.
BNA Wanadadi 22072013
Editor: ElNya
Follow us on Twitter @duniaaksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar