Senin, 12 Agustus 2013

KAU, CINTA-CINTAKU

Di depan sini, tak habis kebahagiaanku, ketika kulihat kami masih selalu sama seperti dulu, meski banyak yang telah  terlewat... Tidak sekalipun aku dianggap sebagai sebuah luka, yang menyeretnya pada kesedihan.

Di depen sini pun aku masih melihat, bagaimana yang kucinta selalu memberiku kebahagiaan ketika di luar sana telah menghujamkan luka. Membantuku membuka lembaran-lembaran baru, sehingga tak terpikir untuk menghabisi sisa keindahan yang tersemat dalam hatiku.

Demi diriku dan cinta-cinta, aku tidak akan menyerah untuk menjadi bahagia. Aku mencintai diriku dan juga cinta-cinta, kukokohkan tubuhku, untuk tetap berdiri memandang kesegala arah, bersiap dengan pertahananku menghadang angin badai yang menyerangku, kutegarkan jiwaku.

Aku akan terus bersuara, bahkan saat tengah malam... Aku tahu, meski di luar sana semua orang menutup telinga, masih ada cinta-cinta yang mendengarku.

BNA Wanadadi 12082013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar