Senin, 14 Oktober 2013
AKU BENCI KAU DATANG
Aku sedang tidak ingin kau datang, sama sekali tidak, bahkan jika aku bisa, sesegera mungkin menghentikanmu... Tapi kau adalah waktu yang sedetik pun tak mau tahu perasaanku. Menerima pesan yang kaubawa. Aku benci.
Kelebat namamu sudah membuatku seoalah ada yang menyusup masuk keulu hati, nyeri.
Hingga detik aku merasa kau adalah monster penjahat yang akan merenggut kebahagiaanku. Kau masih saja tak perduli, kau tetap datang. Bahkan ketika aku telah siapkan tendangan tanpa bayangan...!
Inginya aku mengusirmu sebelum sampai di pintu itu. Sebentar lagi, sebentar lagi, tinggal menghitung hari, ah! Aku benci kau yang berkelebat-kelebat seperti cahaya pedang yang di ayun-ayunkan persis di mukaku. Kau!
Mendadak aku mudah menangis, mudah menyesal, ketika tindakanku sedikit saja kasar pada yang ada hubungannya denganmu. Aku lebih banyak mengalah sekarang, aku merasa harus bisa membahagiakannya selagi aku bisa dan masih diberi kesempatan.
Cinta ini terlau, tidak hanya dulu, tapi hingga detik-detik kau datang semakin bertambah saja sayangku. Andai bisa kuminta, jangan bawa anak-anakku, entah seperti apa jika aku tanpa mereka. Tidurku akan sendirian, rengek manja yang biasa kudengar ketika malam, hilang.
BNA Wanadadi 12102013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar