Senin, 14 Oktober 2013

SANG SAYANG


oleh Erlin Erlina Soraya

Kaubaringkan ragamu di tengah pelataran rindu, berbaju putih bersih panjang. Kautenang setenang awan bergerak di atas awang-awang. Pandanganmu membelah langit, lalu turun hingga kesudut bumi berbukit-bukit. Hela napasmu kian panjang bersama semilirnya angin.

Seketika sang penyayang datang, memaksamu mengaku sayang. Hingga kau tersenyum senang sebab kau benar-benar telah sayang sejak dia masih terangan-angan dalam ingatan. Sungguh kau berani terus terang.

"Iya aku rindu..." Pasti dia selalu dengar... Meski hanya bisik, tak malu menggebu kau mengaku. "Duhai sayang, suara tak merdumu masuk merasuk hingga relung telingaku, ke jantung hatiku, ke ruang benakku, mengalir dalam darah dagingku, berdenyut seirama nadiku."

Ah, kenapa sang Sayang yang kausayang seketika memberi tanda permisi, sembari tersenyum terkulum?

BNA Wanadadi 09103013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar