"Mbah Kung, potong ayam mbah... Nufa mau ayam goleng."
"Waduh, ayamnya sudah lari ke kolam, Nduk."
"Di kejal mbah, nanti bial dipotong ama Abi."
"Susah nduk, si ayam larinya cepet banget, besok aja ya."
"Ya udah, benelan ya mbah, becok pagi-pagi, tangkap ayamnya di kandang."
"Iya, Nduk..."
Keesokan harinya, bocah tiga setengah tahun itu, menagih janji Mbah Kungnya , tapi, jawabannya sama seperti kemarin. Bahkan raut kecewa cucunya pun tak diperhatikannya.
Kemudian, sore harinya...
"Weeeiii! Ayam jago siapa nih gede banget!" Teriak Pak Marto tetangga sebelah.
"Di mana?" Tanya Mbah Kung.
"Di kolam, Mbah...! Wah, sayang sekali tuh, mati tenggelam!"
Simbah langsung lari, menuju kolam Pak Marto. Dan...
"Hah! Ayamku!" Teriak Mbah Kung.
BNA, 05072014
Photo by EES

Tidak ada komentar:
Posting Komentar