Kamis, 11 September 2014

Seketika Tentang Kau dan Cehiko III

SEBAB KAU... 

Sesalmu tak habis-habis, kenapa tak kaudengar bisiknya ketika mengajakmu ke pengembaraan sepanjang mendung, menghabiskan masa senjanya? Kaubiarkan tubuhnya separuh membeku, ketika hujan menitipkan dinginnya pada siang.

Sepi yang kaurasakan kian menekan, mendesak hingga sesak. Dia yang selalu datang serupa bayang, menghilang. Dan hujan yang langit tumpahkan terasa sayatnya, namun tak kaupedulikan, bahkan tengadah di bawahnya, tak jua kauusaikan.

Yang terbayang, Cehiko berada di atas punggung kuda putih serupa awan, bediri segagah dia hadapanmu. Datang memenuhi janji pergi ketempat impian. Dari sumringah wajahmu aku tahu. Namun kenyataan harus kauterima, hingga seketika senyummu sirna. -EES-

8 Juni 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar