Kamis, 11 September 2014

Seketika Tentang Kau dan Cehko II

(2)

Bahkan ini adalah harimu, sembarani yang membawa Cehiko dua tahun lalu tak juga kembali menjemputmu. Di mana pun sekarang, kau hanya berharap, dia berada di tempat yang dipilih Tuhan. "Dikhayangan... Aku akan pergi ke sana, untuk memenuhi panggilan mulia-Nya..." Begitu yang dia bisikkan terakhir dulu padamu.

Meski rela, aku tahu beratnya hatimu melepasnya pergi tanpa mengajakmu. Lambaian tangannya yang tak sempat kau lihat membuat luka semakin nganga. Hari yang kautunggu setelah dua tahun, tidak seterang itu...

Aku masih ingat bagaimana dia menuntunmu agar tubuhmu tak limbung. Jembatan itu memang rapuh, bahkan ia bergoncang saat seorang saja yang berjalan di atasnya. Namun kokoh genggaman tangannya membuat ketakutanmu sirna.

Tidak apa, aku tidak akan membuatmu melupakannya, jika itu akan menambah luka. Bernyanyilah seperti permintaanya, lantunkan kisah kehidupannya seperti yang kauingat tentangnya. Jika itu membuatmu percaya kembali pada kekuatan cinta, kekuatan mimpimimpimu dan mimpinya untukmu.

BNA, 08062014
Seketika tentang kau dan Cehiko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar