(2)
Bahkan ini adalah harimu, sembarani yang membawa Cehiko dua tahun lalu
tak juga kembali menjemputmu. Di mana pun sekarang, kau hanya berharap,
dia berada di tempat yang dipilih Tuhan. "Dikhayangan... Aku akan
pergi ke sana, untuk memenuhi panggilan mulia-Nya..." Begitu yang dia
bisikkan terakhir dulu padamu.
Meski rela, aku tahu beratnya hatimu melepasnya pergi tanpa mengajakmu. Lambaian tangannya yang tak sempat kau lihat membuat luka semakin nganga. Hari yang kautunggu setelah dua tahun, tidak seterang itu...
Aku masih ingat bagaimana dia menuntunmu agar tubuhmu tak limbung.
Jembatan itu memang rapuh, bahkan ia bergoncang saat seorang saja yang
berjalan di atasnya. Namun kokoh genggaman tangannya membuat ketakutanmu
sirna.
Tidak apa, aku tidak akan membuatmu melupakannya, jika
itu akan menambah luka. Bernyanyilah seperti permintaanya, lantunkan
kisah kehidupannya seperti yang kauingat tentangnya. Jika itu membuatmu
percaya kembali pada kekuatan cinta, kekuatan mimpimimpimu dan mimpinya
untukmu.
BNA, 08062014
Seketika tentang kau dan Cehiko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar