Minggu, 05 Oktober 2014

AH, YAN...


oleh Erln Erlina Soraya

Aku hanya suka melihatmu tersenyum Yan... Dari pagi hingga senja menjelang, kau...tak lagi seperti di ceritamu kemarin. Setiap yang menghempas bukan alasan untuk patah.

Ada bagian yang menguatkan... Bahkan tak menyadari, sudah sejak lama kaumiliki. Tak mudah dikendalikan apapun, kecuali oleh sang Pemilik waktu.

Ah, Yan.. apa kau ingat, saat mengajakku melihat satu-satunya bintang yang bertahta di alam raya? Ia semakin nampak jelas, sebab gulita langit tempatnya menggantung.

Bukan rambut panjangmu yang kausibakkan, sebab hijab itu sudah cukup menampakkanmu sebagai perawan putih. Dan secerah sinar tadi, masih sama terangnya, bahkan kian terang, laksana intan berkilau.

Kau bisa lihat Yan, bagaimana bintang menyaksikanmu malam ini.

BNA, 15082014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar