Selasa, 28 Oktober 2014

DUHAI, GADIS!

Napasmu tersengal, nyaris terputus...kupapah dengan diam. Kau, dihampiri bermacam rasa yang bahkan tak mampu kausuapkan, hingga segala nikmat tercampakkan.

Nyala sumbu harapanmu kian meredup, tak memendar cahaya, setelah terhisap luka, tinggal puing-puing tersisa, kaurintihkan tak tertanggungkan.

Bukankah setiap rentang tegang kau dengannya, terdamaikan? Kenapa dera luka masih kaubiarkan bersemayam? Lau kaubiarkan hatimu bergulat dengan siksa, hingga napas hampir tak sanggup kauhela.

Duhai kau, yang kusebut gadis, kenapa tak berkhidmat, bertekad kuat dalam kelamahan?

BNA, 28102014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar