Yang kaubutuhkan sekarang adalah, tenang tertidur... Leluasa lega
hirup udara. Tenggelamkam lara, tinggalkan ketakberdayaan, keterbatasan
rasa. Jadikan ini akhir, masa kau bertarung melawan luka... Kau menang.
Risau raga teraniaya...cukup kaluruhkan dengan satu kata, bisa.
Benamkan, semayamkan dikedalaman relung. Kemudian terbangkan, lesatkan
ia, selesat meteor di malam-malam kelam, keluarkan sepenuh jiwa.
Kuyakin, sebentar kulihat, kau tersenyum di bawah pohon nyiur. Meski di keremangan, selarik gigi putih, bibir berbelah akan jelas tergambar.
Kau tahuuu...? Kebahagiaan milikmu takkan tertukar, dengan apapun.
Meski lekatnya luka membelit sakit, ia akan terhapus dengan perasaan
misterius. Yang mengajakmu, mengembara ketempat yang teramat hebat.
BNA, 28102014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar