Dinginnya angin dimuntahkan malam... Membuat kenangan merasuk hingga jauh.
Separuh hidupmu. Gadis.
kKulihat kau berlari hingga ujung gelisah, lewati bilangan hari, hingga lupa lara menelusup pori.
Setiap tanya terlepas, kau hanya diam, mata terpejam, kesakitan, tak henti mengingat sisasisa ingatan.
Pada waktu...kau seru, untuk berhenti, namun ia tak perduli, terus angkuh berjalan meski berkali lolong pinta kaulepaskan.
BNA, 28102014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar