Perempuan yang kusebut gadis, merasai sakit, hatinya berongga... terkoyak sebab luka berdarahdarah.
Kabut dingin perlahan mengitarinya, membekukan aliran darah, membuatnya tak bisa bergerak. Hirupan napasnya sesak.
Ah, setiap deritanya, telah tersaji dinampan hari, tak sanggupkah ia menumpahkan, setelah membenamkan diri dalam senyap?
Gadis... Rebahkanlah hatimu di atas sajadah, hingga napas tersisa hela. Keluarlah, dari liang luka.
BNA,28102014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar