Akhirnya, perempuan yang kusebut gadis itu, harus merelakannya.
Ketika yang disebutnya lelaki yang tak pernah punya janji memberinya ruang lega, ternyata tak membuatnya gembira. Dalam hati, saat ia beranjak pergi, ingin memanggilnya kembali.
Rindu bersama, melihat kembali alam raya gulita...rindu bintang bertahta di sana. Pun terangnya purnama, yang menyelinap di lubang ngengat jendela.
BNA, 27102014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar