Membacamu Cilla... Kita sama. Riuhnya, serupa laut bersama ribuan
perahu. Sekuat angin menembus awan, membuka tabir langit gelap. Sekuat
bisa, hisap udara saat sesak mendesak.
Membacamu Cilla... Adalah kemarau sekaligus hujan yang ramah, pengelana di jalan membadai, namun masih sempat kautanam mawar.
BNA, 12112014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar