Selasa, 11 November 2014

CILLA

Membacamu Cilla... Kita sama. Riuhnya, serupa laut bersama ribuan perahu. Sekuat angin menembus awan, membuka tabir langit gelap. Sekuat bisa, hisap udara saat sesak mendesak.

Membacamu Cilla... Adalah kemarau sekaligus hujan yang ramah, pengelana di jalan membadai, namun masih sempat kautanam mawar.
BNA, 12112014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar