Aku merindukan langit ketika delapan enam
terbias di selanya keperakan cahaya
ketika kubuka jendela
menjadi kanak-kanak lagi adalah keinginan
berlari telanjang kaki, lepas
Di telaga sebuah rakit menanti tawaku
bersama angin yang tak bosan bergurau dengan pucuk daun
terbalut aku pada kenanganku
ketika beribu kali diburu rindu, aku
Aku ingin waktu masih selalu panjang
dan kuharap rapuh dadaku kian menjauh
hingga kutemu kencana bersama sembraninya
sebab doa yang kugemakan di malam membuta
Aku ingin hujan masih sejenak lagi
hingga bisa kusaji puisi
tentang mawar yang ingin berkelopak melati
BNA Wanadadi 23/11/2012
terbias di selanya keperakan cahaya
ketika kubuka jendela
menjadi kanak-kanak lagi adalah keinginan
berlari telanjang kaki, lepas
Di telaga sebuah rakit menanti tawaku
bersama angin yang tak bosan bergurau dengan pucuk daun
terbalut aku pada kenanganku
ketika beribu kali diburu rindu, aku
Aku ingin waktu masih selalu panjang
dan kuharap rapuh dadaku kian menjauh
hingga kutemu kencana bersama sembraninya
sebab doa yang kugemakan di malam membuta
Aku ingin hujan masih sejenak lagi
hingga bisa kusaji puisi
tentang mawar yang ingin berkelopak melati
BNA Wanadadi 23/11/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar