Selasa, 16 April 2013

PAGI MERUGI




Kau lihatlah pagi, rasakan ia dengan indah
: Tidak semua orang bisa menikmati
karena lelah hinggap setelah jadi budak hingar malam
bahkan kantukmu semakin mencandu ketika pagi berselimut kabut.

Malulah, ketika kalah dengan burung yang berlomba bangun lebih awal. memamerkan kicaunya pada semesta yang mengajaknya melantunkan tasbih. Ayampun setia membangunkanmu ketika malam di sepertiga.

Akan kehilangan kesempatan, kala utusan-Nya diturunkan kau tak lagi sempat menyambutnya dengan berjuta tanya yang selalu berujung pada pinta.
: Kenapa kau membiarkannya kembali dengan tangan hampa ketika ia menghadap-Nya?

Pagimu merugi

BNA Wnadadi 12/11/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar