Kita
jarang bertemu di sudut malam, mencoba meredam keinginan setelah mampu
menembus pekat. Berada di lautan sepi, kau dan aku, selalu berada di
pasangnya bersama bulan.
Kita lebih suka menghindar dari angin, padahal dia tak selalu badai. Kau cemas jika nyiurnya di ruang langit akan memabukkan. Kau lebih suka membawanya pulang sedikit untuk sekedar hela nafas kita.
Sebelum engkau pergi itu yang terjadi, sehingga membuatku ingin merajut kembali sweeter merah yang telah kukoyakkan. Sambil menanti kita dipertemukan lagi oleh angin yang tak kau suka.
BNA Wanadadi 02/12/2012
Kita lebih suka menghindar dari angin, padahal dia tak selalu badai. Kau cemas jika nyiurnya di ruang langit akan memabukkan. Kau lebih suka membawanya pulang sedikit untuk sekedar hela nafas kita.
Sebelum engkau pergi itu yang terjadi, sehingga membuatku ingin merajut kembali sweeter merah yang telah kukoyakkan. Sambil menanti kita dipertemukan lagi oleh angin yang tak kau suka.
BNA Wanadadi 02/12/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar