(1)
Meski entah, kumohon bertahan
Menyerah
Bukan kau
Putus asa
Pun bukan kau
Sayang, pesanku sampaikah?
Aku akan terus bertahan
Seperti yang kau minta
Aku akan terus bertahan
Seperti kau juga
Bertahan
Kita masih punya Tuhan
Jika semua sudah tak sanggup
Tuhan tak akan biarkan
Tak akan!
(2)
Ketika angin pagi datang
Membawa pesan
Menembus dinding harapan
Aku bergegas
Jangan pernah kudengar
"Sayang, kau terlambat datang."
(3)
Seperti cahaya
Yang tak pemilih
Adalah kau
Aku mau di tengah hujan
Yang enggan berhenti
Hingga air mata, samar kau lihat
Berkali masa kau kirimkan pesan
"Jangan pernah lupakan"
(4)
Jangan pernah air mata tertumpah
Harus tabah
Menunggu itu
Indah
Jangan biarkan
Matamu mengabut
Basah
Kau dengar
Rasakanlah
Gerimis liris
Menyusup pada bening matamu
Dan
Kala, tak akan terputus
Ketika badai pun
Lalu kau bisik
"Bertahan, sayang..."
(5)
Aku pergi
Kau bisa lihat
Aku tak tergesa
Kau tunggulah
Akan kubawa mawar yang kau pesan
Aku pamit
BNA Wanadadi 09/09/2012
Ilustrasi: Aquaticforum
Meski entah, kumohon bertahan
Menyerah
Bukan kau
Putus asa
Pun bukan kau
Sayang, pesanku sampaikah?
Aku akan terus bertahan
Seperti yang kau minta
Aku akan terus bertahan
Seperti kau juga
Bertahan
Kita masih punya Tuhan
Jika semua sudah tak sanggup
Tuhan tak akan biarkan
Tak akan!
(2)
Ketika angin pagi datang
Membawa pesan
Menembus dinding harapan
Aku bergegas
Jangan pernah kudengar
"Sayang, kau terlambat datang."
(3)
Seperti cahaya
Yang tak pemilih
Adalah kau
Aku mau di tengah hujan
Yang enggan berhenti
Hingga air mata, samar kau lihat
Berkali masa kau kirimkan pesan
"Jangan pernah lupakan"
(4)
Jangan pernah air mata tertumpah
Harus tabah
Menunggu itu
Indah
Jangan biarkan
Matamu mengabut
Basah
Kau dengar
Rasakanlah
Gerimis liris
Menyusup pada bening matamu
Dan
Kala, tak akan terputus
Ketika badai pun
Lalu kau bisik
"Bertahan, sayang..."
(5)
Aku pergi
Kau bisa lihat
Aku tak tergesa
Kau tunggulah
Akan kubawa mawar yang kau pesan
Aku pamit
BNA Wanadadi 09/09/2012
Ilustrasi: Aquaticforum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar