Kamis, 09 Mei 2013

Hanya Dia dan Ibu

Hanya Dia dan Ibu

oleh Erlin Erlina Soraya (Catatan) pada 9 Mei 2013 pukul 20:32

Aku tahu kau hanya sedang ingin bernyanyi, aku dengarkan... dengan tidak menutup telinga. Kau tahu aku selalu suka, betapapun kau tidak mempercayainnya. Meski lagu yang kaunyanyikan selalu sama, aku tetap suka. Tarianmu juga, seperti sepotong rasa tak rela, kenapa sulit untuk kulupa. Ah, kembang harapan yang juga telah menari-nari di kelopak mendadak menghilang. Dan seperti biasa, aku tak pernah takut karenanya.

Dan Dia menyapaku dengan cinta yang bijaksana, membawaku ke singgasana. "Ya Allah, Engkau tidak akan membiarkan hamba-Nya dengan masalahnya sendirian, temanilah putriku." Aku tertunduk, ketika kudengar doa yang terlepas dari mulut seorang perempuan yang dengan tulus mencintaiku.

Bu, kau memang luar biasa... Aku harus berkata apa, karena kau selalu berusaha membuatku bahagia. Bahkan ketika aku menginjak dewasa dan tak berdaya, kau... masih selalu membuatku bahagia. Adalah keinginanku membuatmu tersenyum karena aku bawa kabar gembira. Aku tahu, Ibuku selalu sabar menunggu. Meski sekarang, kerontang itu seperti membakar pusaran di kepala, sebentar kesejukan pasti akan dibawa angin siurnya. 

BNA Wnd 09052013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar