MENEMBUS TEMARAM
oleh Erlin Erlina Soraya
Gerimis
kali ini sudah tak lagi sama, ia membuat embun jatuh... "Raih tanganku,
bawa aku pergi. Kaulihat, langit semakin pias, hampa, terluka. Rindu
angin, rindu gerimis."
Di malam
mana bulan tersembunyi, cahayanya akan aku jadikan lagu, menjadi irama
yang mendendangkan harapan. Di senyap malam, bintang-bintang merintih,
mengabarkan padaku, betepa sepinya kehilangan.
Duhai Kau,
Pemilik bulan, aku hanya ingin tempuh jalan cinta, walau beribu kali
kuterluka. Tolong, Kauterangilah, biarkan aku dengan cahaya-Mu, masuk ke
dalam-Mu, jangan biarkan aku sendiri merasai hati.
Aku hanya
ingin menundukkan jiwa, tenggelam bersama hening. Menyemayamkan rindu,
hingga takkan aku terlempar pada bayang hampa yang telah sudah. Melaju,
menembus temaram mengejar waktu.
Aku hanya ingin menabur
kembang, biar menebar wanginya di taman-Mu. Menikmati canda angin dengan
daun, yang sesekali membelai wajahhku. Dan akan kubisik pada sebuah
malam: Aku menyukai kelamnya, heningnya, sebab Kau, ada di antaranya.
BNA Wanadadi 14082013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar