Jumat, 07 November 2014

TUNGGULAH...

Aku bilang, nanti... poriku tak mau dipaksa menyerap lebabnya udara. Kau tnggulah sampai terang menjelang, ketika hangat mentari, menyapa menebar hangatnya kembali.

Lihat, kulitku menjadi basah, apa kau tak merasa, matahari masih berdiam di balik sana. Bahkan burung pun masih enggan bangun, hanya riuh kokok ayam sejak pagi gulita.

Sebentar aku pasti datang... Tunggulah.

BNA, 08112014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar